KOMUNIKASI BISNIS
Disusun oleh:
1. Purwanti (Ak smt 3) E2B016005
2. Irna
Mayasari (Ak smt 3) E2B016009
3. Fransiska
Novita Maria S. (Mnj smt 5) E2A015022
4. Reynaldi
Alfy Y. (Mnj smt 5) E2A015025
Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadyah Semarang
2017
PERUSAHAAN MANUFAKTUR DAN KOMUNIKASI BISNIS
Manufaktur
adalah suatu istilah yang menggambarkan tentang suatu proses dimana adanya
suatu kegiatan berproduksi dari bahan mentah menjadi bahan setengah jadi, lalu
di proses lagi sampai menjadi barang jadi, misalnya alat atau makanan yang siap
untuk di konsumsi atau di pasarkan. Hal ini terjadi secara harfiah dari manusia
itu sendiri, misalnya manusia menghasilkan suatu alat dari bahan mentah yang
tersedia di alam. Dari situlah terjadinya suatu proses produksi walaupun itu
masih terlihat sangat sederhana. Perusahaan yang menjalankan proses produksi
tersebut disebut perusahaan manufaktur yang sampai sekarang berkembang lebih
pesat dan modern mengikuti gaya hidup dan perkembangan IPTEK. Agar produksi
yang sedemikian banyak dapat berjalan dengan baik dibutuhkan lah suatu
komunikasi yang baik pula. Komunkasi ini dapat dilakukan dengan 2 (dua) macam
cara yaitu dengan bahasa verbal dan bahasa nonverbal. Proses yang berlangsung
secara efektif dan efisien membutuhkan suatu teknologi informasi dan
telekomunikasi yang memadai. Layanan seperti inilah yang akan memudahkan
perkembangan dan pertumbuhan perusahaan manufaktur.
Apa itu perusahaan manufaktur?
Manufaktur adalah suatu cabang industri yang mengaplikasikan mesin,
peralatan
dan tenaga kerja dan suatu medium proses
untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi untuk dijual.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa perusahaan
manufaktur adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan produksi dari mengolah
bahan mentah menjadi produk jadi yang memiliki nilai manfaat dan nilai jual dengan memanfaatkan teknologi. Hal ini dapat
berjalan dengan lancar apabila dalam pelaksanaan produksi menggunakan sebuah
cara atau teknik, alat, teknologi dan komunikasi yang baik.
Komunikasi dalam Organisasi
Hubungan komunikasi yang berjalan baik antara
manjer yang satu dengan manajer yang lain, antara manajer dengan karyawan ,
atau antara karyawan yang satu dengan karyawan yang lain, merupakan salah satu
kunci keberhasilan manajer dalam mencapai tujuan organisasi yang telah
ditetapkan.
Lihatlah contoh pola komunikasi organisasi
dibawah ini.
Pola komunikasi yang terlihat pada bagan diatas adalah pola komunikasi dari
atas kebawah. Aliran komunikasi dari manajer kebawahannya tersebut, umumnya
terkait dengan tanggungjawab dan kewenangannya dalam suatu organisasi. Seorang manajer
yang menggunkan jalur komunikasi kebawah memiliki tujuan untuk menyampaikan
informasi, mengarahkan mengkoordinasikan, memotivasi, memimpindan mengendalikan
berbagai kegiatan yang ad di level bawah.
Untuk menjalankan suatu komunikasi secara
efektif dalam perusahaan manufaktur, perlu adanya pemilihan pola komunikasi
baik melalui saluran komunikasi formal maupun nonformal. Saluran komunikasi
formal dapat dilakukan dengan tiga bentuk komunikasi, yaitu komunkasi keatas,
komunikasi kebawa, komunikasi horizontal atau lateral dan komunikasi diagonal.
Apabila dalam komunikasi formal saluran komunikasinya didasarkan pada
posisi kedudukan atau jabatan yang telah diatur sesuai dengan jenjang
hierarkinya, dalam komunikasi informal semua informasi tidak lagi diatur
menurut jenjang hierarkinya tetapi lebih leluasa.
Oleh sebab itu komunikasi baik verbal maupun nonverbal haruslah berjalan
dengan baik, sehingga kegiatan dalam suatu organisasi atau perusahaan sekalipun
dapat berjalan dengan semestinya dan memajukan suatu perusahaan atau organisasi
tersebut.
Efek Komunikasi yang Buruk
1. Produktivitas yang menurun
Saat Anda tidak mengkomunikasikan tujuan dan tugas dengan jelas, tentu karyawan tidak melakukan tugasnya sesuai harapan Anda. Bahkan jika Anda berkomunikasi dengan baik dengan karyawan Anda, tetapi mereka memiliki cara berkomunikasi yang buruk antara satu sama lain, produktivitas pun akan terpengaruh. Hasil pekerjaan yang salah akan menyia-nyiakan tenaga dan waktu.
2. Efisiensi yang rendah
Komunikasi yang buruk baik lisan maupun tulisan, dapat menghambat efisiensi organisasi atau departemen tertentu. Misalnya, pesan email yang ambigu atau kurang jelas dan memerlukan klarifikasi, dokumen yang perlu ditulis ulang karena kesalahan, atau presentasi dan wacana yang kurang informasi, dapat mempengaruhi arus kerja di perusahaan.
Keterampilan komunikasi bisnis yang efektif sangat penting untuk menyelesaikan proyek dengan sukses. Ketika beberapa karyawan atau departemen perusahaan bekerja sama untuk menyelesaikan sebuah proyek besar, tanpa menerapkan praktik komunikasi yang jelas, proyek perusahaan akan lamban dan tidak efisien untuk diselesaikan.
3. Semangat kerja karyawan
Lingkungan kerja yang sangat komunikatif dan kolaboratif mendorong produktivitas, kreativitas dan inspirasi karyawan. Jika keterampilan komunikasi buruk, karyawan kurang antusias dalam melakukan tugas mereka dan akan mempertanyakan nilai produk tersebut.
Keterampilan komunikasi bisnis yang buruk juga akan menurunkan motivasi karyawan karena mereka merasa terpaksa untuk hadir dalam presentasi yang membosankan di mana mereka diberi instruksi yang tidak jelas mengenai proyek dan target.
4. Berkurangnya Inovasi
Saat semangat kerja karyawan sudah melemah, inovasi ikut berkurang. Jika keterampilan komunikasi yang buruk mengakibatkan penanganan proyek-proyek penting yang tidak memadai, ini bisa melemahkan inovasi dan kapasitas perusahaan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Karena kapasitas tim untuk berinovasi sesuai dengan kapasitas pemimpinnya dalam mengkomunikasikan arah, ide, dan perbaikan baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar