KOMUNIKASI BISNIS
Disusun oleh:
1. Purwanti (Ak smt 3) E2B016005
2. Irna
Mayasari (Ak smt 3) E2B016009
3. Fransiska
Novita Maria S. (Mnj smt 5) E2A015022
4. Reynaldi
Alfy Y. (Mnj smt 5) E2A015025
Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadyah Semarang
2017
KOMUNIKASI BISNIS
TUGAS KELOMPOK
Soal
1.
Untuk menghidupkan
suasana dalam kelas, berikut ini ada suatu permainan komunikasi berantai secara
sederhana yang dapat digunakan oleh dosen, pilihlah secara acak sekitar 5-8
mahasiswa yang ada di dalam kelas. Atau dapat juga anda tawarkan dihadapan para
mahasiswa siapa yang bersedia secara sukarela untuk melakukan kegiatan
permainan di dalam kelas. Apabila anda sudah mendapatkan para peserta permainan
tersebut, maka pilih salah seorang diantarannya
untuk tetap tinggal di dalam kelas, sedangkan peserta yang lain dimohon keluar
ruangan kelas (jangan terlalu dekat
dengan ruang kelas). Selanjutnya peserta yang Anda tunjuk untuk tinggal di
dalam kelas tersebut Anda beri tugas untuk menyampaikan suatu pesan (jangan
terlalu sederhana, tetapi juga jangan terlalu rumit) secara berantai keteman –
temannya yang ada di luar kelas tadi.
Bagaimana caranya? Salah seorang peserta
yang ada diluar kelas dipanggil untuk masuk kekelas. Selanjutnya, peserta yang
pertama tersebut menyampaikan pesan yang disampaikan oleh instrukturkepada peserta
kedua. Apabila telah selesai peserta yang pertama dipersilahkan duduk. Selanjutnya
peserta ketiga dipanggil masuk kedalam
kelas. Peserta kedua menyampaikan pesan kepada peserta ketiga. Apabila telah
selesai panggil peserta berikutnya dan seterusnya, sampai peserta terakhir.
Para peserta lain yang tidak memperoleh tugas permainan tersebut diminta
memberikan komentar, tanggapan terhadap proses permainan komunikasi berantai
tersebut!
2.
Mahasiswa
dikelompokan kedalam beberapa kelompok misalnya 5 kelompok. setiap kelompok
terdiri atas 6 – 8 mahasiswa. Masing – masing mahasiswa menerima selembar
kertas kosong. selanjutnya mahasiswa diminta untuk menggambar secara bebas,
dengan catatan :
·
Mahasiswa
diminta untuk menentukan akan menggambar apa.
·
Mhasiswa dilarang
menginformasikan gambar yang anda pilih tersebut kepada temannya. Artinnya
cukup anda saja yang tahu tentang gambar tersebut.
·
Waktu menggambar
dilakukan secara bersamaan dengan aba-aba dari dosen atau pemandu.
·
Pada saat
menggambar masih berlangsung gambar tersebut digeser searah jarum jam atau
berlawanan jarum jam.
·
Pergeseran
gambar tersebut dilakukan setiap 1-2 menit, sampai pada akhirnya gambar yang
beredar tersebut kembali pada si pemilik.
Setelah
permainan tersebut selesai maka coba perhatikan gambar masing – masing
mahasiswa tersebut. Apakah gambar tersebut sesuai atau tidak dengan ide semula
? kalau gambar tersebut tidak sesuai dengan ide semula, mengapa hal itu bisa
terjadi ?
3.
Mahasiswa
dikelompokan kedalam kelompok – kelompok kecil yang beranggotakan antara 6 s/d
10 mahasiswa untuk setiap kelompoknya. Selanjutnya kertas HVS kosong dimana
setiap kelompok memperoleh sukup satu lembar saja. Setiap kelompok dipilih
secara sukarela untuk menjadi ketua kelompok. Ketua kelompok yang terpilih
tersebut akan menjadi pengamat diskusi dikelompoknya. Selanjutnya, setiap
kelompok memilih satu topik diskusi yang aktual secar bebas. Tugas masing –
masing ketua kelompok adalah mengamati dan mencatat sinyal nonverbal yang
muncul selama proses diskusi berlangsung dilembar kertas kosong HVS yang telah
disediakan.
4.
Ketika Anda
berada dalam suatu ruang perpustakaan atau ruang laboratorium komputer, coba
Anda amati dan identifikasi berbagai sinyal komunikasi verbal dan nonverbal
yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut.
Jawaban
1. Memilih 5 – 8
mahasiswa dalam kelas kemudian salah satu diantara mereka tetap berada di kelas
untuk di beri intruksi oleh dosen atau pemandu sedangkan yang lain di mohon
untuk keluar kelas. Selanjutnya dosen atau pemandu memberikan kalimat kepada
peserta pertama untuk disampaikan kepada temannya yang lain dengan bahasa
nonverbal, bahasa nonverbal dapat juga dilakukan dengan gerakan tubuh atau
bahasa isyarat, anggukan kepala, gerakan tangan, gerakan kaki, maupun ekspresi
wajah. Peserta dilarang mengatakan satu huruf pun kepada rekannya. Hal itu
dilakukan secara berulang sampai kepada peserta terakhir. Peserta terakhir
diminta untuk menjelaskan kalimat apa yang disampaikan oleh temannya.
Komentar, tanggapan terhadap proses
permainan komunikasi berantai tersebut adalah:
Dalam suatu komunikasi yang dilakukan
dalam permainan tersebut menggambarkan bahwa dalam berinteraksi atau
berkomunikasi dalam kehidupan sehari – hari tidak hanya dilakukan melalui
berbicara atau bahasa verbal tapi juga dapat dilakukan dengan isyarat atau
gerakan tubuh disebut juga bahasa non verbal.
Bahasa nonverbal kadang jarang di mengerti oleh seseorang, namun
sifatnya yang spontan dan efisien ini membuat bahasa nonverbal ini dapat
mendeteksi seseorang melakukan suatu kecurangan atau kebohongan, karena
ekspresi wajah dapat muncul secara spontan ketika mendengar suatu kabar atau
hal lain. Sehingga dalam makna ini bahasa nonverbal adalah bahasa yang mudah di pahami, misalnya murung, sedih,
tersenyum dan lainnya.
2. Membuat kelompok
dalam kelas dengan jumlah masing – masing kelompok 6 – 8 mahasiswa. Setelah itu
beri mereka HVS kosong dan beri panduan akan menggambar apa, misalnya
menggambar seseorang manusia. Tapi setiap mahasiswa hanya boleh menggambarkan
satu garis atau satu lekukan atau satu bentuk gambar saja dalam kertas tersebut.
Sebelum memulai beri nama pemilik kertas pada bagian atas. Setelah aba – aba
dimulai dari pemandu atau dosen. Lalu mulailah menggambar satu bagian dan putar
searah atau berlawanan jarum jam. Setelah selesai kertas itu kembali kepada
pemiliknya. Tanyakan kepada masing – masing pemilik dari awal ia ingin
menggambar apa.
Hasil dari gambar kertas tersebut
pastilah memiliki banyak perbedaan pemikiran dengan si pemilik kertas yang
sudah memikirkan akan menggambarkan apa sebelumnya. Hal ini bukan hanya sekedar
pemikiran semata namun juga terdapat banyak pelajaran di dalamnya yaitu:
a)
Bahwa setiap
manusia memiliki banyak sekali perbedaan tidak hanya dari bentuk fisiknya saja,
namun pemikiran dari setiap orang, serta perbedaan dalam menanggapi suatu
masalah juga perbeda sekalipun hal itu memiliki masalah yang sama. seperti
halnya permainan ini, misalnya si A dari awal ingin menggambarkan seorang yang
seperti barbie namun karena ketidaktahuan peserta yang lain justru gambar yang
dihasilkan adalah sosok seorang wanita tua.
b)
Pemikiran yang
berbeda dari setiap orang janganlah kita pandang sebelah mata, namun kita harus
menghargai pendapat orang lain.
c)
Dalam menanggapi
segala macam permasalahan, jangan lah kita terpusat pada satu jalan keluar saja yang membuat kita sulit
untuk memandang jalan keluar yang lain. haruslah kita mengetahui situasi
kondisi dan lingkungan sekitar sehingga kita dapat menyelesaikannya dengan
lebih bijak.
3. Dalam permainan
ketiga ini adalah bagaimana salah seorang dari kelompok memahami apa saja
bahasa nonverbal ketika kelompoknya melakukan suatu diskusi. Misalnya suatu
kelompok dalam diskusi menggunkan bahasa nonverbal seperti anggukan kepala,
atau ekspresi wajah yang tersenyum, cemberut dan sebaginya. Walaupun dalam
kelompok itu menggunakan bahasa verbal seperti berbicara dalam
berinteraksi, namun pasti ada bahasa
nonverbal yang digunakannya karena bahasa nonverbal bersifat spontan dan
efisien.
4. Ketika dalam
ruangan laboratorium komputer, terdapat banyak bahasa komunikasi yang dilakukan
oleh para mahasiswa yaitu bahasa verbal dan bahasa nonverbal. Agar lebih jelas
dan efektik akan dikelompokan seperti dibawah ini:
a)
Bahasa verbal
·
Dosen yang
menyampaikan materi terhadap para mahasiswanya dalam laboratorium komputer.
·
Mahasiswa yang
bertanya kepada dosen ketika mengajukan pertanyaan.
·
Percakapan
antara para mahasiswa atau diskusi ketika berkelompok dengan mahasiswa yang
lain.
b)
Bahasa nonverbal
·
Arahan tangan
ketika Si dosen memberi tahu suatu informasi di papan tulis atau layar monitor.
·
Tunjukan tangan
mahasiswa ketika bertanya pada Si dosen.
·
Anggukan kepala
ketika mahasiswa paham apa yang disampaikan dosen.
·
Gelengan kepala
ketika menyatakan tidak bisa atau tidak mau maju kedepan untuk
mencontohkannnya.
·
Ekspresi wajah
yang ditunjukan oleh para mahasiswa ketika baru mengenali apa informasi yang
sebelumnya ia tak tahu seperti sedih ketika tak bisa mengerjakan tugas dari
dosen, tersenyum ketika mencoba apa yang dicontohkan dosen dan dipraktekannya
berhasil, atau ekspresi kecewa ketika mungkin komputer yang digunakan tiba –
tiba mati padahal tugas sudah selesai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar